Jumat, 09 Agustus 2019

KUMPULAN PUISI DIAN SYARIAH (DNOVELLIA)



 Cinta Tak Ber Anggap
Penulis. Dian D'Novellia


Meratap dinding nan kosong
Bercat putih namun nampak ber-bercak
Seperti untaian kata  melalui angin namun tak sampai menyua hati nya

Cicak di dinding memutus ekor
Meninggalkan sang kekasih diterkam mangsa
Pengkhianatan tampak jelas
Kini yang selama berdua bisa pergi bagai ekor yang terputus

Kembali merenung sunyi
Duduk di hadapan pangkuan berkhayal,
Memandang angkasa apakah sama seperti memandangmu,
Mengapa terasa jauh meski kini kita berhadapan,

Memasang sepatu apakah masih sama seperti mengikatmu
Mengapa terlepas dari tali ku,

Coba sejenak, izinkan tuk berfikir
Apakah ada yang salah dengan cinta ini

Menjadi apakah anggapan rindu ini
Bila badai saja enggan datang

Ter anggap apa cinta ini
Jika matahari saja enggan bersinar

Hai labuan hati,

Sebentar, ku bisikan.
tetap ku ukir asa meski kau tak inginkan
Tetap ku susun bait rindu meski kau tak ingat tuk datang merindu,
tetap ku pertahankan rasa ini, rasa cinta, cinta kasih, yang tak mungkin bisa kau anggap sebelum kau merasakan kehilangan sesorang yang tulus memberi mu warna.
Cinta, harapan, rindu dan kasih sayang hanya batas kiasan, yang kini bagai cinta tak beranggap

Tunggu, blm selesai.

Biar hati ku kelu bagai tertutup kapas rindu,
Biar ku memejamkan mata sejenak lalu bangun dari mimpi, bahwa kau yg ku banggakan tapi ternyta tak bangga rasa kau tuk anggap.
 Sebentar, aku bisikan, aku Bukan berarti lelah,

Tapi, ku ingin melihat
Apakah senja masih ingin mencari pelangi yang hilang
Ataukah diam membiarkan senja tanpa sang pelangi

Entahlah sampai kapan
Mungkin sampai kau datang mencari.


Muncang 20 November 2019
Noted: Cerita isi puisi ini dibuat karena permintaan seseorang yang merasa cinta yang dilalui kini bagai tak di anggap dan tak di hargai. hastag hastag Taufiq waladiansyah:D
***

KEMARI-LAH
Penulis. Dian D'novellia


Hei manis,
Kemarilah datang padaku,
Rayu lah aku dengan senyum-mu
Temani malam ku, disini, yuk- duduk dipankuan ku
Akan ku ajarkan kamu apa itu cinta.

Aku tak pandai bersyair
Namun aku pandai mengelabuhi
Ya,, mengelabuhi hati mu.. (cie)

Jangkar yang tegak kini sudah berlabuh
Jangan berpaling hei manis
Kemari..
Kan ku tuturkan kata manja di telinga mu
Agar kau lupa sejenak bebanmu

Aku tau kau sedang memikirkan apa
Rembulan malam kini sedang asyik dengan sang bintang
Aku tau kau pun sang bintang, namun tak sedekat bintang yang lain

Kemari
Duduk di samping ku
Akan ku ajarkan kau menari
Menari atas luka mu sendiri

Kemari
Duduk disamping ku
Akan ku ajarkan kau cara menangis yang benar
Dengan suaramu sendiri

Kemari
duduk di sampingku
Akan ku ajarkan padamu
Apa itu rasa sakit kecewa yang kau rasakan

Kemari
Duduk lah sekali lagi
Akan ku ajarkan kau melukis kisahmu sendiri

Kemari-lah jangan malu,
Aku tahu kau pun pandai mengelabuhi
Kini kita bersama
Membuat kisah baru
Bertemakan cinta
Cinta palsu yang sementara ku ajarkan
Agar kau tidak lagi merasakan cinta kelu
Disini, di pangkuan ku
Hei manis ku.

Sang tinta malam.

Muncang, 30 September 2019
***

BER-ANDAI KATA
penulis. Dian D'novellia

Memandang langit masih sama,
Sama seperti caraku memandang mu.
Yang berbeda adalah saat pandanganku teralihkan oleh sinar terik matahari,
Tak sanggup ku memandang karna silaunya,
Meski ku paksa tuk memandang.

Ku terbangun dari lamunan sunyi,
Ku tersadar bahwa kini t’lah berbeda,
Aku dan kamu..
Yaa.. dulu yang bersama kini tinggal kenangan yang pernah bersama,

Biarkan rasa ini terasa pedih,
Cinta yang ku tahu kini hanya sebuah kata,
Kata cinta yang kelu
Mungkin sudah tak ingin ku rasakan lagi
Setelah namamu.

Ku berandai melukis harapan namun
 tak bergitu berharap kan usai terlukis,
Ku berandai merakit namun tak berharap kan terakit.

Cinta, harapan, rindu, menanti & menunggu adalah ego ..
Yang mungkin sudah ku tau alasanya namun tetap ku berandai.
Entah sampai kapan…

Biarkan ku berandai
Asa ku sang pelangi

Walau sejenak memberi warna, namun tetap ku ingat barisannya


Muncang, 30 September 2019
***
BERKABUT DI AWAN SENJA
Penulis. Dian D'Novellia


Kata pelangi bila ingin datang dia akan memberikan kejutan manis dengan bunga. Namun nyatanya seperti lilin panas yang mencair. Pelangi memang indah namun sama seperti dongengnya, hanya sebentar dia melintas, hanya sebentar memberi senyum, hanya sebentar memberi warna.
Sekian lama menanti, senja masih duduk menunggu sang rindu.
Bila rindu tak terpatahkan dengan senyumnya,
Bila rindu tak dapat terbalaskan dengan nama nya
Bila rindu mungkin tak menggoyahkan asanya
Mungkin saja kabut di awan senja sudah datang.
***                 
Cintanya pada sang pelangi hanya kiasan nama
Hanya sebuah kenangan rindu yang pernah dilalui bersama, ingatkah  saat  senja duduk menunggu pelanggi tiba, senyum merekah tak terukir terbalas dengan indah saat pelanggi duduk bersama, betapa indah masa itu.
Hari demi hari
Menanti demi nanti
Merindu demi sang rindu
Namun tak kunjung datang kembali pada diriku yang malang, ya aku, aku senja, senja yang merindukan pelangi kembali, kembali dalam pelukan ku dengan hangat,
 dalam dekapan rindu ku ingin membisikan dalam dalam ke hatinya

menetaplah lebih lama agar aku bisa memelukmu lebih lama, setelah itu, pergilah sesukamu, aku akan tetap disini menjadi senja, senja yang merindukan dirimu kembali wahai pelangi.

Marunda, 24 September 2019
***

MENEKUNI SANG RINDU
Penulis. Dian D'Novellia


Gemerlap cahaya bintang yang tanpa sang rembulan memang tetap  indah
Bagaikan langit hitam yang bertanda akan hujan karna perlahan sang bintang menghilang mengikuti sang rembulan malam.

Angin malam,
Ku mendengar lantunan nya berbisik di telingaku
Aku mendengar nya mengatakan kepadaku "hei..sepertinya kau sedang menunggu seseorang"
Dia meperjelas ucapan nya melalui daun yg terbang karna angin malam
Bagaimana mungkin kau lupa kau menunggunya datang tuk mengobati rindumu sedangkan kau tahu bahwa angin malam saja pasti akan berubah menjadi angin pagi.
Jika aku memutuskan tuk menanti mengapa aku harus mendengarkan orng lain mengahlangi penantian ku..

Hai angin malam ku mohon padamu
Ku tau kau dapat dirasakan oleh setiap insan yg menghirupnya
Sampaikanlah rinduku kepadanya dengan angin mu
Karna ku tau angin mu dapat menembus hati nya dengan kesejukan
Mungkin saja dia bisa mengingatku, begitulah aku bernegosiasi dengan nya

Jika rinduku ini ku tekuni tak dapat menggoyahkan asa nya,
Maka anggaplah aku sama seperti pungguk merindukan sang rembulan
Karna merindu dan menekuni sang Rindu adalah ingin ku
Biarkan seperti ini.
Menekuni sang rinduku. Disini.. Didalam penantian..
Biarkan aku  menikmatinya.

Jakarta 9 july 2019

***

BAHTARA MEHALLIKAN RINDU
Cpt. Dian D'Novellia


Disaat ku termenung memandang langit
Ku mengingat suatu nama
Hati berkata : Hai rasa mengapa kau mendadak bercerita
Hai hati.. Mengapa kau mendadak berdebar..
Anganku berkhayal bagaikan berada di puing - puing angkasa

Sebuah nama mengenangkan suatu cerita
Kisah rindu ku menanti suatu nama dimana aku pernah merasakan hati ku berasa
Bercerita tentang dia yg  ku tunggu, dia yg ku rindu.
Bahtara mehallikan rinduku.

Rindu.. Apa yg kau tau tentang rindu..
Rindu adalah sebuah kata pengganti yg memaknai bahwa ada rasa sangat ingin berada di dekatnya
Tanpa dia tau kau merindukan nya,
Aku pun kini sama seperti kata rindu. Aku membutuhkan nya ada didekatku.

Kupetik mawar merah ku pandangi durinya, aku mengerti bahwa mawar yg cantik pun butuh pelindung si duri untuk melindunginya dari arogan manusia yg ingin memetiknya.
Aku beralih mengambil kertas putih berpegang tinta, aku akan coba melampiaskan rinduku dengan kertas putih ini.

Ku gulungkan kertasku yg bertuliskan nama nya di lubuk hatiku
Agar rindu ku ini tak ada yg tahu. Ya hanya aku
Ku coba selalu datang dimana tempat itu kita menuliskan kisah cinta,
Dimana air mata ini turun di tempat tersebut tanpa kau tau. Aku selalu ada disana, ya disana menatap kursi yg beralas remaja berpasangan memadu kasih tanpa malu bagai dunia milik berdua. Ku tersenyum lembut dengan 2 tanganku perpegang jagung bakar hangat.
Ku nikmati seraya mengkhayalkan mu rinduku..

Ku berdiri menatap angkasa, ku melihat sebuah asa
Rasanya aku ingin selalu memandangnya tanpa pelindung untuk mata kecil ku ini
Ya, bahtara mehallikan rinduku.. Aku menantinya. Aku merasakan rindu ini
Aku merindukan nya dan aku menikmatinya

Entah sampai kapan.
Mungkin sampai kertas kecil ku ini mengirimkan ke hatinya..
Aku menunggu.  Sebuah kata rindu.. Sebuah nama... Bahtara mehallikan rinduku.
Aku sangat merindukan nya.


Jakarta, 20 juni 2019

6 komentar:

  1. Sedih bgt sampe mau ketawa wkwkwkw

    BalasHapus
  2. Cinta palsu di pangkuanku memang
    Begitu manis ..😄✌️

    BalasHapus
  3. Wow...teh Dian kerennnn😄😄

    BalasHapus
  4. Manteep.. patut d share hehe
    Menyentuh kalbu yang lagi galau di putusin cinta haha
    Smngtt trs nulisnya 😂

    Tapi aslinya jgn galau" trs laa hahaha

    BalasHapus