DIANTARA MIMPI DAN
BENAR-BENAR MIMPI
@Diansyariah23
Dian Syariah, Dian D'Novellia
***
Awalnya aku kira
cinta kita akan baik-baik saja, ternyata tidak semudah itu. Andaikan kau tahu
bagaimana aku mempertahankan dirimu untuk selalu menjadi utama dalam topik
pembicaraanku. Entahlah, kata orang sekuat apapun berusaha jika bukan jodohnya
maka bagaimanapun caranya akan berpisah dan tidak mungkin bersama. Sering aku
mengingat perkataan itu, tapi aku selalu mencari cara agar hubungan kita akan
tetap baik-baik saja dan terus bersama. Ya, hubungan ku dan dirimu memang sulit
untuk di ekspresikan, karena hubungan kita sekedar sebuah komitmen dan
sama-sama merasa nyaman. Entahlah sampai-sampai aku slalu berada dalam jagaan
mimpi denganmu, aku berfikir ini pasti tidak hanya keebetulan, berulang-ulang
kau datang memberi senyum kala malam yang redup terlelap penat. Hubungan terjalin
dengan mudahnya dan biasa-biasa saja, aku merasa bahwa aku sepertinya tidak
salah jika menaruh sebuah rasa denganmu, suatu hari dimana perbincangan konyol
yang semakin menjadi-jadi membuat diri kita masing-masing merasa sepertinya
cocok, mungkin saja kan. Entahlah dirimu masih teringat atau tidak dengan kisah
yang pernah kita lalui, seperti bergurau mesra pada sebuah pojok jalan bertepi
bangku haluan berpasang yang dihiasi lampu jalanan indah dikala sore menjelang
petang. Itu memang bukan pertama kali aku bertemu denganmu, tapi pernah tidak
kau merasa ini seperti ada yang berbeda, aku merasa nyaman kala itu nyaman yang
begitu dalam, hati merasanya sepertinya tidak salah berlabuh, semakin hari hati
jantung berdetak kala melihat dirimu dari kejauhan menghampiri, apakah ini
mimpi yang hanya mimpi, jantungku berdetak begitu kencang, pipiku rasanya ingin
melebar tersenyum saat dirimu mendekat. Duduk berdua bercengkrama mesra
sampai-sampai tidak kenal waktu hingga jam berapa batas kita duduk di bangku
ini.
Entah
dirimu merasakan atau tidak aku hampir setiap saat selalu menggambar senyum-mu
dalam fikiran ku, setiap jalan, setiap waktu kala sendirian bahkan kala mata ku
kan terlelap dalam tidur malam. Sepertinya hati ini sudah terlukis namamu,
rindu yang amat dalam selalu terbendung dan berharap ada 1 waktu untuk menebus
sebuah rasa sesak rindu ini bersama. Namun semakin beraninya diriku
mengungkapkan rindu sepertinya tidak pernah ada celah waktu yang kau sempatkan,
aku berfikir apakah kamu tidak merasakan hal yang sama dengan ku, tapi tidak
apa mungkin saja kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, aku selalu mengalah
pasti suatu saat dirimu pun memiliki hal yang sama denganku
Apa
kau tahu bagaimana aku disaat melepas rindu dengan mu, pernahkan kita berfoto
bersama saat kita masih sering duduk dan bercengkrama berdua. Ya, saat itu aku
sangat menjaga foto kenangan indah itu dalam sebuah laptop kesayamganku,
mungkin menurutmu ini hal konyol tapi tahu kah kamu, setiap malam kala aku
rindu dirimu hal konyol yang aku lakukan adalah membuka sebuah laptop pada
malam hari hanya untuk bisa melihat fotomu dan foto kita berdua, sampai saat
ini masih lho foto kita. Hehe, dan lucunya kebiasaan itu selalu aku lakukan
kala aku sangat rindu padamu. Walau untuk rindu ku tak kunjung temu aku selalu
sabar memnanti sebuah kata simple dari, yaitu kaalimat ayuk ketemu ? Itu
sudah sangat membuatku bahagia. Aku selalu berharap kita sama-sama bisa menjaga
suatu perasaan yang awalnya tidak mungkin bisa ke tahap mencintai. Janganlah berubah,
aku sangat merindukanmu, benar-benar rindu dengan rasa cinta tulus. Aku selalu
berdoa semoga kau baik-baik saja, dan tidak merasakan kesulitan apapun. Sampai jumpa
dilain kata. Wahai tinta malam ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar