Rabu, 12 Agustus 2020

DIANTARA SEBUAH RASA

 

DIANTARA MIMPI DAN BENAR-BENAR MIMPI

@Diansyariah23

Dian Syariah, Dian D'Novellia

 

***

Awalnya aku kira cinta kita akan baik-baik saja, ternyata tidak semudah itu. Andaikan kau tahu bagaimana aku mempertahankan dirimu untuk selalu menjadi utama dalam topik pembicaraanku. Entahlah, kata orang sekuat apapun berusaha jika bukan jodohnya maka bagaimanapun caranya akan berpisah dan tidak mungkin bersama. Sering aku mengingat perkataan itu, tapi aku selalu mencari cara agar hubungan kita akan tetap baik-baik saja dan terus bersama. Ya, hubungan ku dan dirimu memang sulit untuk di ekspresikan, karena hubungan kita sekedar sebuah komitmen  dan sama-sama merasa nyaman. Entahlah sampai-sampai aku slalu berada dalam jagaan mimpi denganmu, aku berfikir ini pasti tidak hanya keebetulan, berulang-ulang kau datang memberi senyum kala malam yang redup terlelap penat. Hubungan terjalin dengan mudahnya dan biasa-biasa saja, aku merasa bahwa aku sepertinya tidak salah jika menaruh sebuah rasa denganmu, suatu hari dimana perbincangan konyol yang semakin menjadi-jadi membuat diri kita masing-masing merasa  sepertinya cocok, mungkin saja kan. Entahlah dirimu masih teringat atau tidak dengan kisah yang pernah kita lalui, seperti bergurau mesra pada sebuah pojok jalan bertepi bangku haluan berpasang yang dihiasi lampu jalanan indah dikala sore menjelang petang. Itu memang bukan pertama kali aku bertemu denganmu, tapi pernah tidak kau merasa ini seperti ada yang berbeda, aku merasa nyaman kala itu nyaman yang begitu dalam, hati merasanya sepertinya tidak salah berlabuh, semakin hari hati jantung berdetak kala melihat dirimu dari kejauhan menghampiri, apakah ini mimpi yang hanya mimpi, jantungku berdetak begitu kencang, pipiku rasanya ingin melebar tersenyum saat dirimu mendekat. Duduk berdua bercengkrama mesra sampai-sampai tidak kenal waktu hingga jam berapa batas kita duduk di bangku ini.

 Entah dirimu merasakan atau tidak aku hampir setiap saat selalu menggambar senyum-mu dalam fikiran ku, setiap jalan, setiap waktu kala sendirian bahkan kala mata ku kan terlelap dalam tidur malam. Sepertinya hati ini sudah terlukis namamu, rindu yang amat dalam selalu terbendung dan berharap ada 1 waktu untuk menebus sebuah rasa sesak rindu ini bersama. Namun semakin beraninya diriku mengungkapkan rindu sepertinya tidak pernah ada celah waktu yang kau sempatkan, aku berfikir apakah kamu tidak merasakan hal yang sama dengan ku, tapi tidak apa mungkin saja kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, aku selalu mengalah pasti suatu saat dirimu pun memiliki hal yang sama denganku 

Apa kau tahu bagaimana aku disaat melepas rindu dengan mu, pernahkan kita berfoto bersama saat kita masih sering duduk dan bercengkrama berdua. Ya, saat itu aku sangat menjaga foto kenangan indah itu dalam sebuah laptop kesayamganku, mungkin menurutmu ini hal konyol tapi tahu kah kamu, setiap malam kala aku rindu dirimu hal konyol yang aku lakukan adalah membuka sebuah laptop pada malam hari hanya untuk bisa melihat fotomu dan foto kita berdua, sampai saat ini masih lho foto kita. Hehe, dan lucunya kebiasaan itu selalu aku lakukan kala aku sangat rindu padamu. Walau untuk rindu ku tak kunjung temu aku selalu sabar memnanti sebuah kata simple dari, yaitu kaalimat ayuk ketemu ? Itu sudah sangat membuatku bahagia. Aku selalu berharap kita sama-sama bisa menjaga suatu perasaan yang awalnya tidak mungkin bisa ke tahap mencintai. Janganlah berubah, aku sangat merindukanmu, benar-benar rindu dengan rasa cinta tulus. Aku selalu berdoa semoga kau baik-baik saja, dan tidak merasakan kesulitan apapun. Sampai jumpa dilain kata. Wahai tinta malam ku 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar